Target Wisatawan Asing 2026 Didorong Optimisme Pertumbuhan Pariwisata Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 | 11:19:29 WIB
Target Wisatawan Asing 2026 Didorong Optimisme Pertumbuhan Pariwisata Nasional

JAKARTA - Optimisme pemerintah terhadap sektor pariwisata kembali menguat memasuki tahun 2026. 

Target kunjungan wisatawan asing diproyeksikan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menilai pemulihan sektor pariwisata berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Jumlah wisatawan mancanegara pada 2026 ditargetkan mencapai 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang terus menunjukkan tren positif. Peningkatan ini menjadi sinyal kuat kebangkitan pariwisata nasional.

Sepanjang 2025, sektor pariwisata memperlihatkan kinerja yang membaik. Kontribusi terhadap produk domestik bruto mencapai 3,96 persen pada kuartal ketiga. Pencapaian ini memperkuat keyakinan pemerintah dalam memasang target tinggi.

Kinerja Pariwisata Sepanjang Tahun Sebelumnya

Devisa pariwisata pada periode kuartal ketiga tercatat mencapai US$13,82 miliar. Angka tersebut didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan asing. Sektor ini juga menyerap tenaga kerja hingga 25,91 juta orang.

Hingga November 2025, total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,98 juta. Jumlah tersebut mendekati target akhir tahun yang diproyeksikan 15 juta kunjungan. Pemerintah menilai capaian ini sebagai fondasi kuat memasuki 2026.

Rata-rata pengeluaran wisatawan asing per kedatangan tercatat sebesar US$1.259. Nilai tersebut menunjukkan kualitas belanja wisatawan yang relatif stabil. Hal ini berdampak positif terhadap devisa nasional.

Asal Wisatawan dan Potensi Pasar

Kunjungan wisatawan asing tertinggi berasal dari Malaysia dengan porsi 17,3 persen. Australia menyusul dengan kontribusi 11,3 persen. Singapura dan Tiongkok masing-masing menyumbang 10,5 persen dan 8,8 persen.

Komposisi tersebut mencerminkan kekuatan pasar regional dan internasional. Negara-negara tetangga masih menjadi penyumbang utama kunjungan. Pemerintah melihat peluang ekspansi pasar dari negara lain.

Pemerintah menilai distribusi asal wisatawan cukup berimbang. Strategi promosi akan terus diarahkan pada pasar potensial. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan jumlah dan kualitas kunjungan.

Target 2026 dan Proyeksi Devisa

Memasuki 2026, pemerintah menetapkan target kunjungan 16 juta hingga 17,6 juta wisatawan asing. Target ini didasarkan pada capaian dan tren tahun sebelumnya. Keyakinan tersebut disampaikan dalam agenda koordinasi kepariwisataan.

“Memasuki tahun 2026 ini sesuai dengan apa yang disampaikan tadi oleh Ibu Menteri Pariwisata, target akhir tahun 2025 yang diproyeksikan mencapai 15 juta kunjungan wisman ini sudah tercapai, dan di tahun 2026 targetnya sebesar 16 juta - 17,6 juta kunjungan,” ujar Airlangga. Pernyataan ini menegaskan optimisme lintas kementerian.

Seiring peningkatan kunjungan, devisa pariwisata diproyeksikan naik signifikan. Pada 2026, devisa diperkirakan mencapai US$22 miliar hingga US$24,7 miliar. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB diproyeksikan meningkat.

“Kontribusinya terhadap PDB bisa naik menjadi 4,5 persen sampai 4,7 persen,” ujar Airlangga. Angka ini mencerminkan peran strategis pariwisata dalam perekonomian nasional. Sektor ini diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru.

Strategi Penguatan Infrastruktur dan Akses

Pemerintah menyepakati sejumlah pilar utama penguatan pariwisata. Salah satu fokus utama adalah percepatan infrastruktur dan konektivitas. Upaya ini dilakukan untuk mendukung mobilitas wisatawan.

Konektivitas antarbanda udara akan terus ditingkatkan. Bandara yang sudah beroperasi akan dihubungkan dengan bandara baru. Program bersama antara pemerintah pusat dan daerah juga diperkuat.

Destinasi prioritas menjadi fokus utama pengembangan. Sinergi lintas sektor diharapkan mempercepat pemerataan kunjungan wisata. Infrastruktur menjadi fondasi penting dalam strategi ini.

Reformasi Tata Kelola dan SDM Pariwisata

Selain infrastruktur, pemerintah juga mendorong penyederhanaan akses masuk wisatawan asing. Evaluasi kebijakan visa kunjungan menjadi bagian dari langkah ini. Tujuannya untuk meningkatkan kemudahan dan daya tarik Indonesia.

Transformasi tata kelola dilakukan melalui digitalisasi perizinan event. Ekosistem penyelenggaraan kegiatan pariwisata diperbaiki secara terintegrasi. Standar keselamatan diperkuat melalui asuransi pariwisata.

Penguatan sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Program peningkatan keterampilan ditargetkan menjangkau 400 ribu orang per tahun. Keberlanjutan fiskal dijaga melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund dan insentif pajak.

Menjelang periode Lebaran, pemerintah juga menyiapkan program pendukung. Program tersebut mencakup diskon tiket transportasi dan belanja. Fasilitas visa akan dilaporkan sebagai bagian dari kebijakan terpadu.

“Jadi, secara keseluruhan target pariwisata di tahun 2026 ini, dengan melihat capaian di tahun 2025, maka dari seluruh K/L yang hadir tadi optimis bahwa target tersebut akan bisa dicapai,” ucap Airlangga. Optimisme ini menjadi penutup kuat arah kebijakan pariwisata nasional.

Terkini